Road to Malang

dari Jogja, perjalanan langsung lanjut ke tujuan utama, Malang. kota bersih dingin indah keren mantap dengan makanan khasnya (makanan lagi…)

jogja malang makan waktu sekitar 12 jam juga, dari jam sebelas siang sampai jam sebelas malam di Malang. sempet mampir di rumah Eyang di daerah Caruban. ndak disangka ternyata ada saudara di sana. satu perkampungan di sana hampir semuanya saudara. masih sangat tradisional sekali rumahnya, walaupun sudah ada beberapa yang disesuaikan dengan modernisasi dan fungsionalitas. tapi yang menarik itu ruang tengahnya. ruang tengahnya sama persis sama waktu dibangun. dibangun dengan kayu jati hasil tebang sendiri (caruban punya karakteristik tanah untuk tanaman jati), jadinya tanaman masih kuat. ruang tengah berbentuk kotak sempurna. ubinnya masih tanah, dan dari situ terhubung ke beberapa ruangan. seru banget, sangat ideal sekali dengan tipikal rumah jawa. kayaknya ruangan tengah itu dibuat aseli, karena beberapa ruangan sekitarnya sudah dibuat modern.

sebelumnya, kita jemput Pakde dulu yang mendalami islam di daerah Tarombo, madiun. kita pake dua mobil, bareng keluarga Mbak Achy, ada Bude (kakak tertua papa) juga. wah, daerah pesantren unik banget. jadi inget lagi ama lagu Anang sama Krisdayanti “Suasana di Kota Santri”. semua orang yang memasuki wilayah pesantren harus pake baju muslim. Karena belum ada persiapan, ndak ada yang berani turun. Kecuali Mas Dewan (akhir-akhir pas makan baruu bilang karena kepaksa, hihihi). gimana ndak takut bro, ada tulisannya gitu “Kawasan Berbusana Muslim”. udah gitu ngeliat warga sekitar semuanya pake baju muslim, minimal bersarung dan ibu2nya pake kerudung semua. kayak di Madinah rasanya.

dari Caruban kita lewat Pujon, Kawi. emang jalur ini paling dekat dengan Malang, melewati kota Batu ( tempat Azahari ditekuk sama Detasemen 88). mana sebelum penyergapan, paginya ade ngeliat Azahari lagi nyebrang. widih… dari Batu ini, sekitar 24,5 km ke Malang.

Leave a Comment