Kucing…ada yang tahu sejarah kucing? ternyata kucing itu sempat mengalami beberapa fase seiring perkembangan dalam peradaban manusia. pada zaman mesir kuno, kucing dianggap sebagai Dewa. soalnya waktu itu, gudang persediaan makanan orang Mesir diserbu hama tikus. Dan kucing secara insting memburu tikus2 itu. dan akhirnya hama tikus bisa diatasi. Asalnya kucing tersebut liar. tetapi karena jasanya membantu memusnahkan hama tikus, mereka mulai memelihara kucing ini. Kucing dianggap berjasa besar bagi kehidupan masyarakat Mesir. dan untuk menghormati jasanya, mereka men-Dewakan kucing itu. ada Dewa berkepala kucing dalam peradaban Mesir. Dewa tersebut bernama “Bast” . bahkan beberapa mumi kucing ditemukan berada di sebelah mumi tuannya.
kemudian kucing pun mengalami beberapa fase suram. sempat dituduh sebagai pembantu para penyihir di daratan Eropa. sehingga saat itu, terjadi pembantaian kucing besar-besaran. Dan penyakit yang berasal dari tikus pun mewabah. mengakibatkan kematian masal di Eropa. tapi orang Eropa menganggap ini sebagai kutukan balas dendam para penyihir atas pembantaian kucingnya.
Sekarang kucing udah jadi sahabat manusia. Di Bandung pun kucing menjadi sebuah trend baru untuk anak-anak muda. hehehe. bukan hanya anak muda deng, orang tua pun banyak suka binatang berkaki empat ini.
pada bulan Desember, kami mengadopsi seekor kucing. Kami langsung mengadopsi dari Breedernya. kebetulan Arsitek rekanan Papa ada yang punya kittens. Nah, saat itulah kami mengadopsi seekor jantan Himalayan. warnya lucu, Seal point. ujung-ujung badannya berwarna hitam. jadi kayak pake sepatu boot gitu. hehehe. lucu sekali kalo ngeliat Rambo. tingkah lakunya sangat lucu…
really happy to have you Rambo…








